Daerah ini surplus beras mencapai 100 Ribu ton per tahun

pedagang beras merauke papua
Aristan, pedagang beras di Merauke – Jubi/Frans L Kobun.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Cirebon, Jubi – Produksi beras di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami surplus rata-rata 100 ribu ton per tahun. Pada tahun 2020, produksi beras di daerah itu mencapai 372 ribu ton dari luas lahan pertanian 90.778 hektare.

Read More

“Kalau untuk produksi beras kita setiap tahunnya dipastikan surplus,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Wasman , Minggu, (21/3/2021) kemarin.

Baca juga : Bulog Manokwari: Cadangan beras aman hingga tiga bulan ke depan

Beras lokal di Manokwari dan Manokwari Selatan tak dapat diserap Bulog

Rencana impor beras 1 juta ton, ini kritik ekonom

Dengan produksi beras 372 ribu ton dan asumsi konsumsi beras per kapita penduduk setempat 2,2 juta jiwa rata 115 kilogram per tahun, maka Cirebon mengalami surplus sampai 102 ribu ton.

Surplus beras di Kabupaten Cirebon, tak hanya terjadi pada tahun 2020. Namun hampir setiap tahun surplus sebesar 100 ribu ton.

“Rerata produksi kita surplus di angka 90 ribu sampai 100 ribu ton,” kata Wasman menambahkan.

Sedangkan produksi beras pada 2021 diprediksi kembali surplus, hal itu terkait cuaca pada tahun ini cukup baik, meskipun ada beberapa daerah yang harus tanam ulang karena terendam banjir.

“Tapi secara keseluruhan, produksi beras di Kabupaten Cirebon diperkuat akan kembali surplus,” kata Wasman menjelaskan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana impor 1 juta ton beras. Ia mengatakan langkah itu diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di Tanah Air. Impor tersebut adalah bagian dari rencana penyediaan beras sebesar 1-1,5 juta ton oleh pemerintah.

Namun, Perum Badan Urusan Logistik alias Bulog menyatakan belum tentu merealisasikan penugasan impor tersebut. Bulog menyatakan akan memprioritaskan serapan produksi dalam negeri untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) di angka 1 sampai 1,5 juta ton. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts