Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Negara tetangga di pulau New Guinea, Papua New Guinea (PNG), termasuk salah satu negara Melanesia masuk dalam level dunia olahraga cricket. PNG sebagai bekas negara jajahan Inggris sehingga olahraga cricket ini sangat popular di negara-negara persemakmuran termasuk Australia, Selandia Baru, PNG, Vanuatu, dan Kepuluauan Solomon.
“Saya punya keyakinan bahwa anak-anak Papua juga punya kemampuan untuk menyamai prestasi anak-anak dari PNG,” kata Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Papua, Moch El Bahar Conoras, kepada arsip.jubi.id di lapangan cricket di Kompleks AURI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (11/9/2021) siang.
Dia menambahkan olahraga cricket belum begitu terkenal dan kalah populer di seluruh Tanah Papua.
“Saya sendiri juga pertama kali tidak mengenal apa itu olahraga cricket. Tetapi karena mandat maka harus bertanggung jawab atas olaharaga yang berasal dari Inggris ini,” katanya.
Tanpa melalui kehendak Tuhan Allah, Conoras berjanji akan memberikan yang terbaik bagi tim cricket dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Provinsi Papua.
“Kami akan memberikan yang terbaik bagi tim cricket di Papua, apalagi sudah punya stadion berlevel internasional,” katanya seraya menambahkan stadion cricket sudah bagus, hanya saja setelah PON akan menggantikan rumput stadion dengan rumput bermuda atau dalam bahasa Latin Cynodon dactylon L.
Menurut Conoras, tim cricket Papua sudah berlatih hampir setahun di Bali, bahkan di sana ikut pula dalam Indonesian Cricket League Bali 2020 .
”Klub cricket yang bernama Cenderawasih Cricket Club dalam laga final berhasil mengalahkan Bali Lost Boy Club yang diperkuat gabungan expatriate dan pemain lokal,” katanya.
Hal senada juga dikatakan mantan pemain timnas cricket Indonesia, Soni Hawoe, yang awalnya memperkenalkan cricket kepada mahasiswa dan pelajar Papua yang sedang belajar di Bali.
“Selanjutnya pembentukan tim anak-anak Papua dan bergabung pula para pemain asal Bali yang juga mantan pemain SEA Games,” kata putra asal NTT ini.
Dia merasa yakin bahwa cricket akan bertumbuh dan berkembang dari Timur Indonesia.
“Saya yakin anak-anak Papua bisa bermain lebih bagus sebagaimana telah dibutkikan anak-anak dari PNG,” kata pria yang pernah membawa tim kricket Indonesia melawan Vanuatu di Port Villa pada 2015 lalu.
Mengutip cricketnusantara.com, Sonie Hawoe berkisah tentang perjalanan cricket Indonesia sejak 1996 di Kota Kupang, NTT. Waktu itu seorang warga negara Australia, Rosie When, dosen Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendena, memperkenalkan olahraga cricket kepada Sonie Hawoe dan kawan-kawan.
“Saya tertarik dengan cricket karena mirip dengan permainan bola kasti dan ingin mencoba permainan baru. Motivasinya hanya untuk olahraga, kesenangan, dan mempunyai teman baru,” kata Hawoe yang kini sebagai penanggung-jawab pertandingan crickcet PON XX 2021.
Dia berharap olahraga cricket akan semakin besar dan berjaya serta meraih prestasi internasional.
Sekadar catatan arsip.jubi.id mengutip http://tamblang-buleleng.desa.id, bahwa cricket adalah sebuah olahraga tim yang dimainkan antara dua kelompok yang masing-masing terdiri dari sebelas orang.
Bentuk modern cricket berawal dari Inggris, dan olahraga ini populer di negara-negara persemakmuran. Di beberapa negara di Asia Selatan, misalnya India, Pakistan, dan Sri Lanka, cricket adalah olahraga paling popular.
Kriket juga merupakan olahraga yang penting di Inggris dan Wales, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Zimbabwe, dan wilayah Karibia yang penduduknya bertuturkan bahasa Inggris (dipanggil Hindia Barat atau West Indies). (*)
Editor: Dewi Wulandari
