Papua No.1 News Portal | Jubi
Apia, Jubi – Perdana Menteri sementara Samoa, Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi, telah menuduh partai Fa’atuatua i le Atua Samoa ua Tasi (FAST) sebagai faktor utama di balik kegagalan Samoa untuk membentuk Parlemen.
Saat diwawancara dalam program mingguannya dengan TV3, Rabu (16/6/2020) malam lalu, Tuilaepa berupaya untuk membantah tuduhan dari FAST yang sebelumnya pernah menegaskan bahwa Partai Perlindungan HAM (HRPP) dan pemerintah sementara “menghentikan parlemen untuk bersidang.”
Bantahan dari ketua HRPP itu diungkapkan ketika Tuilaepa membenarkan pertanyaan bahwa semua anggota parlemen yang terpilih dari pemilu April lalu belum menerima upah mereka.
“Ya, mereka belum menerima gaji mereka karena parlemen belum memulai sidang,” ungkap Tuilaepa.
“Dan alasan mengapa kami tidak dapat memulai parlemen, adalah karena partai FAST.”
“Ini karena mereka campur tangan dengan pekerjaan KPU akibat kecurigaan mereka.”
“Itulah alasannya mengapa saat ini kami berada dalam situasi yang kami alami saat ini.”
“Jika bukan karena tantangan hukum yang mereka ajukan terhadap KPU setelah pengangkatan Ali’imalemanu Alofa Tu’uau, kami tidak akan berada dalam situasi seperti sekarang ini.”
“Mereka berani membawa penunjukan itu ke pengadilan dan menambah beban kerja pengadilan dan harus melalui proses yang panjang karena mereka curiga.”
Tuilaepa lalu menekankan bahwa keputusan FAST ini merupakan indikasi akan kurangnya kepercayaan mereka kepada Tuhan.
“Mereka tidak mau menunggu Tuhan,” tuturnya. “Tetapi mereka tidak ingin menunggu Tuhan, dan itulah mengapa mereka terus maju dan mencari cara agar mereka bisa mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.”
Akhir pekan lalu, ketua partai FAST menuduh Perdana Menteri sementara itu telah “secara ilegal” menduduki kantor Perdana Menteri dan mencegah Parlemen untuk bersidang. (Samoa Observer/PACNEWS)
Editor: Kristianto Galuwo
