Capaian rendah, indikasi sosialisasi vaksin korona di Papua belum maksimal

papua-audiensi-vaksin-korona
Ilustrasi, suasana rapat dengar pendapat Komisi V DPR Papua dengan Dinas Kesehatan Papua membahas vaksinasi korona, Selasa (26/1/2021) - Jubi/Arjuna

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Bidang Kesehatan DPR Papua menilai rendahnya capaian vaksinasi korona tahap pertama, mengindikasikan jika Dinas Kesehatan Provinsi Papua belum maksimal melakukan sosialisasi.

Sekretaris Komisi V DPRP, Fauzun Nihayah, mengatakan tahap pertama Papua mendapat jatah 14.680 dosis vaksin. Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Mimika merupakan daerah prirotitas vaksinasi tahap pertama. Kota Jayapura mendapat jatah 7.560 dosis vaksin, Kabupaten Jayapura 2.720 dosis, dan Kabupaten Mimika 2.320 dosis vaksin. Hingga kini realisasi vaksinasi di tiga daerah itu baru sebanyak 753 orang.

Read More

“Di Kota Jayapura baru 486 orang, Kabupaten Jayapura 63 orang, dan dan di Mimika 231. Ini merupakan pekerjaan rumah untuk Dinas Kesehatan, kerja keras melakukan sosialisasi,” kata Fauzun kepada Jubi, Rabu (27/1/2021).

Katanya, Dinas Kesehatan mesti bekerjasama dengan para pihak menyosialisasikan vaksinasi secara masif kepada publik.

Menurutnya, sosialisi secara kontinyu penting, karena kini isu yang berkembang di publik, vaksin ini belum teruji, membahayakan, dan lain sebagainya.

“Saya lebih menekankan sosialisiasi masif oleh Dinas Kesehatan. Bekerjasama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan di puskesmas, hingga pustu,” ujarnya.

Baca juga: Komisi V DPR Papua sarankan Dinkes sosialisasi vaksinasi korona secara masif

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame, mengakui realisasi vaksinasi terhadap tenaga kesehatan pada tahap pertama kini masih rendah.

Katanya, realisasi vaksinasi di Papua sangat lamban dibandingkan di wilayah Pulau Jawa. Ia menilai, perlu berbagai strategi, dalam rangka pemberian vaksinasi terutama kepada tenaga kesehatan.

“Untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Mimika kita sedang dorong tenaga kesehatan untuk bersedia divaksinasi,” kata Kayame.

Menurutnya, jika 75 persen tenaga kesehatan telah divaksinasi, setidaknya itu sudah cukup baik, sebab merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga dalam layanan kesehatan.

“Kalau sekitar 75 persen tenaga kesehatan dapat vaksin, saya pikir itu sudah cukup baik. Kalau tenaga kesehatan sakit, siapa yang layani masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan jika sebagian besar tenaga kesehatan telah divaksinasi, selanjutnya adalah anggota TNI dan Polri, kemudian Aparatur Sipil Negara dan tahap terakhir adalah warga. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts