Bupati Jayapura: Kapan jalan Sentani-Depapre diperbaiki?

Kondisi jalan di Depapre yang sangat curam dan berbahaya bagi pengendara kendaraan - Jubi/Engel Wally
Kondisi jalan di Depapre yang sangat curam dan berbahaya bagi pengendara kendaraan – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mempertanyakan perbaikan ruas jalan Sentani–Depapre yang hingga saat ini masih terbengkalai dan tak kunjung selesai. Ruas jalan ini sangat penting bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura, secara khusus masyarakat yang tinggal di Distrik Waibhu, Sentani Barat Moi, hingga Distrik Depapre.

Read More

“Kawasan ekonomi khusus berada dalam lingkup tiga distrik ini, termasuk Grimenawa. Infrastruktur jalan menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembangunan yang sedang kita lakukan,” ujar Bupati Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Selasa (2/7/2019).

Dikatakan, pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan ini sudah kerjakan sebagian, tetapi terhenti di tengah jalan dan belum dilanjutkan lagi. Sementara kebutuhan masyarakat setiap hari dengan memanfaatkan infrastruktur jalan untuk membawa hasil pribumi mereka ke pasar sering terhambat.

“Ruas jalan ini adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, sehingga kami Pemerintah Kabupaten Jayapura hanya bisa menunggu hingga proses pembangunannya berjalan kembali,” jelasnya.

Selain menjadi jalan produksi bagi masyarakat, ada dermaga peti kemas yang sedang dalam proses pembangunan, tetapi juga di kawasan ini ada sejumlah obyek wisata yang biasa dikunjungi masyarakat.

“Kita berharap ada kebijakan baru yang diambil oleh pemerintah provinsi untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda hingga saat ini. Soal proses hukum, penegakannya bukan menjadi alasan pembangunan jalan ini dihentikan, ini kebutuhan yang mendesak,” tegasnya.

Hal senada disampikan Jansen, warga yang tinggal di Depapre. Menurutnya, dampak dari pekerjaan yang tidak selesai hingga saat ini adalah kondisi jalan semakin buruk dan sudah banyak jatuh korban masyarakat yang melewati ruas jalan tersebut.

“Dulu kendaraan umum banyak yang lewat untuk memengangkut barang jualan dari masyarakat untuk dibawa ke pasar baru Sentani, sekarang sudah mulai berkurang karena kondisi jalan yang kurang baik,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts