Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Sebanyak 211 keluarga korban banjir bandang Sentani tahun lalu masih menetap di sejumlah lokasi pengungsian. Lokasi pengungsian itu berada di Kampung Toladan, Kemiri, Polomo, Jalan Pasir, dan Puspenka Sentani.
“Jumlah pengungsi terdiri atas 887 jiwa dewasa maupun anak-anak. Mereka masih tetap menerima bantuan (jatah hidup),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Sumartono kepada Jubi, Jumat (17/1/2020)
Selain dari pemerintah, bantuan buat pengungsi berasal dari donasi para dermawan dan lembaga kemasyarakatan. Pemerintah saat ini juga masih mengupayakan pemukiman kembali pengungsi dengan memperbaiki rumah masing-masing.
“BPBD masih mengecek ulang jumlah pengungsi (di setiap lokasi penampung). Itu untuk memastikan kelengkapan (validitas) data,” lanjut Sumartono.
Petugas juga memverifikasi kembali kondisi kerusakan rumah para pengungsi. Verifikasi, di antaranya menggunakan bukti berupa dokumentasi atau foto lokasi kerusakan dan disertai salinan kartu tanda penduduk serta kartu keluarga pemilik rumah.
“Pengurangan itu (data pengungsi) terus terjadi, tetapi tidak banyak. Kebanyakan mereka mengalami kerusakan dan kehilangan rumah (hanyut akibat banjir bandang),” kata Sumartono.
Koordinator pengungsi di Kampung Toladan Ambas Kogoya memastikan tidak ada pengurangan maupun penambahan pengungsi di lokasi penampungan mereka. Jumlah pengungsi tetap sebanyak 22 keluarga atau 97 jiwa sejak tahun lalu. “Kami mendata sebaik mungkin sesuai yang dibutuhkan (pemerintah).” (*)
Editor: Aries Munandar
