Beroperasinya pelabuhan tol laut berdampak terhadap kelestarian terumbu karang

Pelabuhan tol laut di Papua
Iring-iringan speedboat menjemput Kapal Logistik Nusantara 2 yang akan bersandar di pelabuhan tol laut Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (27/1/2021). - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Beroperasinya pelabuhan tol laut di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, diharapkan akan memajukan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua. Akan tetapi, beroperasinya pelabuhan tol laut Depapre juga akan berdampak terhadap kelestarian terumbu karang di Teluk Depapre.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Yan Yap L Ormuseray, mengakui beroperasinya pelabuhan tol laut Depapre akan berdampak terhadap kelestarian keanekaragaman hayati Teluk Depapre, termasuk terumbu karang di sana. Ormuseray menyatakan dampak itu konsekuensi yang harus diterima.

Read More

“Setiap pembangunan pasti ada yang dikorbankan. Tidak bisa kita tidak mengorbankan sesuatu untuk mencapai sesuatu. Pasti akan ada terumbu karang yang rusak, dan itu konsekuensi demi kemajuan pembangunan yang harus kita terima dan hadapi,” kata Ormuseray di Dapapre pada Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Siapa saja boleh berinvestasi di pelabuhan tol laut Depapre

Menurut Ormuseray, risiko kerusakan terumbu karang di Teluk Depapre meningkat karena kapal peti kemas berukuran besar akan bermanuver di perairan tersebut. “Memang terumbu karang di Depapre sangat bagus, tapi ya itu konsekuensi yang kami harus terima. Sekarang ada pilihan, apakah kita tetap menjaga terumbu karang, atau mau izinkan kapal masuk? Ekonomi harus bertumbuh, baik pendapatan daerah [maupun] pendapatan masyarakat,” ucap Ormuseray.

Ormuseray menyatakan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua telah memperhitungkan dampak lingkungan dari keluar-masuknya kapal peti kemas di Depapre. “Pemerintah sudah memperhitungkan hal itu, jika kapal besar masuk tentu akan merusak terumbu karang di laut ini. Kajian lingkungan [sudah ada]. Berapa besar radius terumbu karang yang akan rusak saya belum lihat,” tutur Ormuseray.

Ketua Dewan Adat Suku Depra, David Eduard Tainya mengatakan beroperasinya pelabuhan Depapre akan berdampak positif terhadap warga Depapre, karena kapal besar akan masuk ke pelabuhan itu. “Beroperasinya pelabuhan tol laut itu sangat dinantikan masyarakat, karena akan berlangsung bagi anak cucu kami,” kata Tainya.

Meskipun demikian, Tainya berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura memperhatikan ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pelabuhan tol laut Depapre. “Kami dari 24 kampung sepakat dan ada beberapa pemikiran yang ingin kami sampaikan kepada Bupati, untuk tolong perhatikan AMDAL, karena AMDAL itu sangat penting,” ucapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts