Papua No. 1 News Portal I Jubi,
Ambae, Jubi – Itu adalah isi dari sebuah catatan tulisan tangan yang diyakini ditulis oleh seorang laki-laki yang lalu meninggalkannya di sebuah desa sebelum pindah ke daerah lain.
Catatan tersebut berbunyi “Jangan mencari saya, saya berada di Pulau saya,” Ini adalah terjemahan dari catatan asli yang ditulis dalam bahasa Bislama, begitu konfirmasi dari penduduk Provinsi Penama, Alban Garae, kepada Daily Post Vanuatu dari Santo.
Informasi terpercaya yang diterima oleh Daily Post Vanuatu (7/10/2017) sebelum dicetak menyatakan masih ada 15 orang yang berada di Ambae, 2 orang di Ambae Utara dan 13 orang di Ambae Selatan, kata sumber tersebut.
Pihak berwajib meminta keluarga, kerabat dan orang-orang yang mengenal mereka untuk menghubungi dan memberi tahu mereka bahwa ini adalah perintah darurat. Tetapi jika mereka terus menolak dan bersembunyi dari pihak berwajib, maka pasukan Angkatan Darat akan dikerahkan untuk mencari dan membawa mereka keluar dan menempatkan mereka di salah satu pusat evakuasi, sekali lagi menekankan bahwa ini adalah untuk keamanan mereka sendiri.
“Kami telah berupaya sebaik mungkin.
“Anggota-anggota kepolisian Vanuatu dan angkatan darat telah berusaha melakukan yang terbaik dibawah kondisi dan situasi seperti ini, dan semua orang dari pemerintah nasional dan donor telah memberi bantuan dan terus melakukan yang terbaik.
“Kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik di Pulau dan berpatroli dengan kapal untuk menemukan orang-orang yang masih tersisa di Ambae.” kata Garae.
Sejumlah orang yang masih berada di Pulau Ambae adalah anggota-anggota satuan pengamanan lokal dan beberapa orang lainnya yang berasal dari Ambae Selatan menolak dievakuasi dari Pulau tersebut sesuai perintah pemerintah menyusul peringatan terkait aktivitas gunung berapi dan status darurat yang ditetapkan oleh pemerintah nasional.(Elisabeth C.Giay)
