Papua No.1 News Portal | Jubi
Cisarua, Jubi – Banjir bandang, di kawasan Gunung Mas Kabupaten Bogor Jawa Barat, Selasa (19/1/2021) kemarin disebabkan aliran sungai sebuah air terjun terbendung balok kayu. Bendung itu kemudian jebol setelah intensitas hujan beberapa hari di wilayah selatan Kabupaten Bogor tinggi.
“Karena intensitas air (hujan) yang cukup tinggi, dan ada balok yang menahan air, jadinya air bah (banjir bandang),” kata Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, saat meninjau lokasi banjir, Selasa (19/1/2021) kemarin.
Baca juga : Banjir bandang di daerah ini sisakan trauma bagi anak-anak
Banjir bandang di daerah ini hanyutkan 12 rumah
33 KK korban banjir bandang Sentani 2019 masih tempati gedung pasar rakyat
Iwan menepis faktor penebangan liar di kawasan yang bestatus hutan lindung tersebut sebagai penyebab banjir bandang. “Kalau lihat dari wilayah di sini, sangat steril dari penebangan liar atau bangunan tidak ada,” kata Iwan menambahkan.
Ia juga menyebut BMKG mencatat curah hujan di wilayah Gunung Mas pada Selasa pagi berstatus sangat lebat dengan curah hujan 107,5 mm per hari. Pemerintah Kabupaten Bogor kini meminta Badan Informasi Geospasial (BIG) mengkaji potensi pergeseran tanah atau tanah bergerak di Kompleks Gunung Mas di kawasan Puncak, Cisarua, usai banjir bandang.
“Sementara menunggu kajian, warga setempat diminta pula untuk sementara waktu mengungsi,” kata Iwan menjelaskan.
Jika BIG menyatakan kawasan tersebut berpotensi tinggi terjadinya pergeseran tanah, Pemkab Bogor akan memunculkan opsi relokasi. Ia juga melarang para korban banjir bandang pulang karena mencemaskan akan terjadi banjir bandang susulan, selain juga soal ancaman tanah bergerak pasca banjir. Warga terpaksa dimintanya mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman untuk sementara waktu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 134 keluarga (KK) dengan 474 jiwa harus mengungsi. Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya aliran anak Sungai Ciliwung yang melewati perkebunan teh PTPN VIII itu merusak beberapa rumah warga dan menutup beberapa akses jalan. (*)
Editor : Edi Faisol
