Papua No.1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jubi – Pemerintah kabupaten Pegunungan Arfak atau Pegaf, di Papua Barat segera mendirikan Rumah Sakit Pratama dalam tahun ini.
Tersedianya fasilitas RS Pratama di daerah itu sangat dinantikan, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga setempat. Kebutuhan tenaga ahli di sejumlah bidang kesehatan pun mulai terbuka untuk menunjang optimalisasi pelayanan RS tersebut.
Pelaksana tugas kepala dinas kesehatan Pegunungan Arfak (Pegaf), Andi Salabai, di Manokwari mengatakan, Rumah Sakit Pratama Pegaf mulai dibangun tahun ini, sebagai bentuk keseriusan Pemda setempat dalam menghadirkan sebuah fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum di kabupaten itu.
“Tahun ini RS Pratama Pegaf mulai dibangun. Ini bentuk keseriusan Pemda dalam menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat umum,” ujar Salabai, Senin (22/2/2021).
Dia mengakui, kesehatan masyarakat di Pegaf sejauh ini terlayani pada sembilan Puskesmas dan 1 (satu) Pustu yang tersebar di sepuluh Distrik dengan jumlah tenaga kesehatan sekitar 200an orang.
“Ratusan tenaga kesehatan di Pegaf didominasi oleh tenaga kebidanan dan perawat. Mereka tersebar di sembilan Puskesmas dan satu Pustu,” katanya.
Salabai tak menampik, banyak kendala yang dihadapi dalam upaya optimalisasi pelayanan kesehatan di daerah itu. Salah satunya, keluhan (layanan) masyarakat terkait tenaga dokter spesialis, analis laboran, hingga tenaga gizi dan kesehatan linkungan, yang saat ini belum ada di Pegaf.
“Kami sangat membutuhkan tenaga ahli bidang gizi, analis laboran, dokter gigi dan tenaga kesehatan lingkungan (kesling),” ujar Salabai.
Sementara, kepala bidang pelayanan gizi dinas kesehatan Papua Barat, dr. Feny mengatakan bahwa kabupaten Pegunungan Arfak merupakan salah satu daerah di Papua Barat yang mendapat pelayan rutin secara terpadu oleh Dinas Provinsi yang dilakukan tiap tahun.
“Tiap tahun kami ada pelayanan rutin ke Pegaf. Pelayanan bersifat terpadu, termasuk layanan gizi,” ujar Feny.
Menurutnya, pelayanan terpadu ke Pegaf untuk tahun ini, akan dijadwalkan setelah penetapan anggaran di Dinasnya.
“Jadwal pelayanan terpadu ke Pegaf di tahun ini belum ada. Kami masih menunggu penetapan anggaran,” ujar Feny kepada Jubi lewat pesan selulernya Senin. (*)
Editor: Edho Sinaga
