Bandara di Kupang ini kembali dibuka setelah badai siklon tropis seroja

Penerbangan, Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Bandara El Tari Kupang kembali dibuka dan melayani penerbangan usai ditutup sementara pada Senin pagi, (5/4/2021), akibat badai siklon tropis seroja. Penutupan Bandara hingga pukul 10.00 WITA merujuk pada Notam Nomor B0510/21 NOTAMN.

Read More

“Badai akibat Siklon Tropis Seroja yang terjadi sejak Jumat lalu mengakibatkan beberapa kerusakan pada fasilitas Bandara El Tari Kupang,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan.

Tercatat  14 penerbangan mengalami pembatalan jadwal akibat penutupan bandara tersebut.  Sebanyak tujuh jadwal merupakan penerbangan jadwal keberangkatan dan tujuh jadwal merupakan penerbangan kedatangan. Adapun pesawat yang terimbas penutupan bandara adalah Citilink, Wings Air, Batik Air, dan Lion Air dibatalkan.

Baca juga : Pembangunan Bandara Antariksa jangan hilangkan hak masyarakat adat Biak 

Layanan GeNose C19 segera ada di Bandara Sentani 

Hari raya Nyepi, Bandara Bali ditutup 24 jam sejak Minggu

Badai siklon tropis seroja telah menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas bandara dan mengganggu penerbangan. Angkasa Pura I mencatat, kerusakan terjadi pada plafon terminal penumpang di area selasar keberangkatan dan kedatangan domestik, ruang tunggu, serta area kedatangan internasional.

Kebocoran akibat rusaknya plafon telah mengenai mesin conveyor belt. Selain itu, sumber daya listrik Bandara El Tari dioperasikan menggunakan genset lantaran aliran listrik PLN padam sejak Minggu, (4/4/2021) pukul 13.30 WITA.

Handy memastikan kerusakan di terminal penumpang dan gangguan di area sisi udara dapat segera ditangani sehingga bandara dapat beroperasi dengan normal. Untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat badai, perseroan menyiapkan rencana operasi terbatas di terminal dan alur pelayanan penumpang, bagasi, serta kargo, baik di sisi keberangkatan maupun kedatangan.

Angkasa Pura I juga memeriksakan instalasi listrik dan air sebelum pengoperasian untuk menghindari terjadinya arus pendek, memberbaiki plafon yang rusak, memeriksa ulang kondisi seluruh saluran air, dan membersihkan area landasan pacu, taxiway, hingga apron dari objek asing.

Perusahaan itu telah berkoordinasi dengan Airnav dan maskapai untuk memutuskan status operasional bandara. “Kami berkoordinasi dengan bandara yang hari ini terdapat rute penerbangan baik yang ke atau dari Kupang agar penumpang dapat ditangani sesuai prosedur,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

 

Related posts