Bama ditampung di Waghete karena akses masuk ke Tigi Barat terkendala

papua-luapan-air-danau-tigi-deiyai
Jalan raya di Dedoutei tergenang air danau, tampak rumah warga yang digenangi air Danau Tigi. - Jubi/Ist

Papua No.1 News Portal | Jubi

Deiyai, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) telah merencanakan untuk membagikan bahan makanan (bama) berupa sembilan bahan pokok atau sembako kepada warga yang terdampak luapan air Danau Tigi. Namun niat itu terkendala karena truk yang mengangkut sembako tidak bisa masuk, sebab luapan air danau masih tinggi.

“Kami dari BPBD menyampaikan kepada seluruh masyarakat di pinggiran Danau Tigi yang menjadi korban bencana peluapan air danau, bahwa kami sudah berjanji memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat, tetapi kami mengalami kendala karena truk tidak bisa masuk membawa beras ke Tigi Barat, disebabkan Tanjung Ukagoo sampai Dedoutei dan Tanjung Bobata tergenang air, sehingga untuk sementara beras kami tampung di Waghete,” ujar Sekretaris BPBD Deiyai, Beatus Waine kepada Jubi, Kamis (5/11/2020).

Read More

Atas keterlambatan pembagian bama itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di pinggiran Danau Tigi.

“Kami akan upayakan untuk mendistribusikan berasnya kepada masyarakat yang terdampak luapan air dalam waktu dekat,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Deiyai akan salurkan bantuan warga terdampak luapan Danau Tigi

Tokoh pemuda Tigi Barat, Saferius Giyai, mengatakan Pemkab Deiyai dinilai tidak peduli dengan luapan air Danau Tigi. Pasalnya, mulai dari Yagu hingga Oneibo, lalu Bomou hingga Okomo, hampir semua rumah, kandang ternak, kebun dan kolam ikan masih terendam luapan air danau sampai sekarang.

Menurut dia, kini sudah memasuki bulan ke empat. “Bagusnya pemerintah panggil masyarakat ambil sembako di Waghete, nanti mereka pulang bawa masing-masing bagiannya. Tidak perlu tunggu air turun. Selain itu ada sekitar empat speed boat di Danau Tigi. Diharapkan bisa difungsikan guna menolong warga.” (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts