Awoitauw klaim otsus telah dievaluasi di Tabi dan Saireri

Papua
Ilustrasi dana Otsus Papua - dok. Jubi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menuding pemerintah pusat sengaja membiarkan terjadinya perdebatan mengenai keberlanjutan otonomi khusus di Papua sehingga berpolemik di masyarakat. Dia menilai kondisi tersebut sangat kontraproduktif karena menyasar kepada pemerintah daerah.

“Kami juga dimarah-marah (diprotes masyarakat). Namun, kami tetap mempertanggungjawabkan penggunaan dana otsus (otonomi khusus Papua),” kata Awoitauw, Rabu (11/11/2020).

Read More

Bupati Awoitauw menyatakan itu berkaitan dengan rencana rapat dengar pendapat yang digelar Majelis Rakyat Papua (MRP). Agenda tersebut bertujuan mengevaluasi 20 tahun pemberlakukan otsus di Papua.

Awoitauw mengklaim mereka telah lebih dahulu menggelar rapat dengar pendapat ketimbang MRP. Rapat dengar pendapatan tersebut diwujudkan melalui seminar yang juga mengevaluasi pelaksanaan otsus Papua di Tanah Tabi dan Saireri. Rekomendasi seminar mereka dianggapnya jauh lebih komperehensif ketimbangan hasil rapat dengar pendapat.

“RDP (rapat dengar pendapat) telah dilakukan di wilayah (adat) Tabi dan Saireri. Ada sejumlah rekomendasi penting dan wajib dipertimbangkan (oleh pemerintah pusat),” ujar Awoitauw, yang juga Ketua Forum Kepala Daerah Wilayah Tabi dan Saireri.

Dia menambahkan seminar tersebut dihadiri para kepala daerah di Tanah Tabi dan Saireri, DPR Papua, MRP, serta berbagai komponen masyarakat. Hasil atau rekomendasi seminar telah disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat.

“Setiap kepala daerah mempresentasikan penggunaan dana otsus (di wilayah masing-masing). Para peserta kemudian menanggapinya dengan pertanyaan dan sanggahan. Hasil presentasinya valid karena didukung data dan dokumen resmi,” jelas Awoitauw.

Rencana rapat dengar pendapat oleh MRP mendapat penolakan dari Dewan Adat Suku Sentani (DASS). Mereka menghendaki rapat tersebut digelar secara khusus di wilayah adat Tabi.

“Kami menolak RDP digelar secara bersamaan di Papua dan Papua Barat. Kami menginginkan RDP (tersendiri) di Tabi,” kata Wakil Ketua DASS Origenes Kaway, pekan lalu. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Related posts