Jayapura, Jubi – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi Papua diimbau agar jangan sampai tidak memilih (Golput) dalam pemilihan presiden dan legislatif, pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.
Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan sebagai aparatur negara setiap pegawai harus netral dan menyalurkan aspirasi politik sesuai dengan pilihan masing-masing.
“Silahkan tunjukkkan netralitas, datang ke TPS di daerahnya masing-masing sesuai hati nurani,” kata Gubernur Enembe, di Jayapura pekan lalu.
Selain itu, dirinya juga meminta agar ASN bisa menjaga keamanan dan ketenteraman, khususnya dalam upaya mensukseskan pelaksanaan Pemilu presiden dan legislatif.
“Suksesnya pelaksanaan Pemilu di Papua, diharapkan lahir seorang pemimpin yang akan membangun Indonesia menuju kemakmuran lima tahun ke depan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, mengatakan selama pelaksanaan Pemilu, ASN Papua sangat netral dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.
“Kalau untuk aparat pemerintah di Papua adalah yang paling “Top” di Indonesia. Karena setiap Pemilu selalu netral, sehingga patut dijadikan contoh untuk daerah lain,” kata Tinal.
Meskipun demikian, dirinya tetap mengimbau kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk selalu mengingatkan jajarannya bersikap netralitas jelang Pemilu 2019, yang akan berlangsung pada 17 April.
“Siapapun pilihannya itu menjadi rahasia masing-masing. Jadi, saya rasa, aparat pemerintah di Papua sudah sangat baik dan bisa menjadi contoh. Makanya ASN jangan bikin aneh-aneh,” ujarnya. (*)
Editor: Syam Terrajana
