Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) melalui AHA Centre telah memberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan senilai 1,1 juta dolar AS sekitar Rp15,7 miliar ke Myanmar. Bantuan diberikan terkait krisis akibat kudeta oleh militer dan diperparah dengan pandemi Covid-19.
“Telah mendistribusikan oksigen kepada empat rumah sakit pada September, dan (menyalurkan) berbagai alat kesehatan ke lima rumah sakit,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dikutip Antara Senin, (4/10/2021) kemarin.
Sekretariat ASEAN dan AHA Centre juga sedang bekerja sama dengan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama UNICEF dan UNOCHA, untuk menjajaki kemungkinan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Myanmar.
Baca juga : KTT ASEAN gagal desak Junta Myanmar bebaskan Tapol
ASEAN dan Cina bicarakan perlindungan informasi
PBB kembali desak upaya global bagi Myanmar
Sebelumnya, PBB mendesak masyarakat internasional untuk membantu mencegah memburuknya konflik dan situasi HAM di Myanmar, di bawah pemerintahan militer.
“Masyarakat internasional harus menggandakan upaya untuk memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas sebelum terlambat,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih pada 1 Februari 2021. Kudeta itu memicu kemarahan di dalam dan luar negeri terhadap militer yang kembali berkuasa. Lebih dari 1.120 orang tewas sejak kudeta, menurut penghitungan PBB.
Banyak korban berjatuhan selama tindakan keras oleh pasukan keamanan terhadap pemogokan dan protes prodemokrasi. Ribuan orang ditangkap.
Pasukan perlawanan bersenjata telah terbentuk di berbagai daerah. Mereka bentrok dengan militer hingga mendorong ribuan orang melarikan diri, termasuk ke negara tetangga, India, dalam beberapa hari terakhir.(*)
Editor : Edi Faisol
