Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT terpilih kembali menjadi rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk periode 2021-2025 setelah memenangi pemilihan pada Kamis (12/08/2021).
Apolo yang merupakan kandidat petahana memperoleh suara terbanyak 52 (91 persen) dari 57 suara. Sedangkan Dr. Septinus Saa mendapatkan 5 suara (9 persen) dan Dr. Numberi memperoleh 0 suara.
Sebanyak 57 suara pemilih terdiri dari 37 suara anggota senat Uncen (65 persen yang hadir) dan 20 suara (35 persen) dari Menristek Dikti.
Ketua Senat Univeritas Cenderawasih Profesor Kambuaya mengatakan pemilihan dan penetapan calon rekor terpilih dilakukan dalam rapat senat tertutup yang dilaksanakan oleh senat bersama menteri yang diwakili Direktur Kelembagan Dirjen Dikti secara daring dengan metode e-voting.
BACA JUGA: Tiga calon rektor Uncen bersaing, siapa dipilih Menteri?
“Orang (anggota senat) tinggal di rumah masing-masing untuk pilih, terus hasilnya keluar dengan Dr. Ir Apolo Safanpo meraih suara terbanyak,” katanya.
Hasil pemilihan, kata Kambuaya, akan disampaikan ke Jakarta sehingga menteri akan mengatur proses pelantikan.
“Ini kami siapkan administrasi dulu, lalu kirim lewat online dan acara pelantikan nanti bulan September 2021,” ujarnya.
Rektor terpilih Apolo Safanpo mengatakan di masa pademi Covid-19 pelaksanaan pendidikan tinggi memiliki sejumlah kendala.
Tetapi kendala-kendala itu, lanjutnya, tidak boleh menjadi penghambat atau penghalang, melainkan menjadi tantangan untuk mencari solusi agar terus berkembang demi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Perguruan Tinggi.
“Saat ini kita tahu, kita berada dalam situasi dan kondisi bencana alam pandemi Covid-19. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya menghindari diri dari bahaya pandemi sehingga kita sama-sama dalam suasana keprihatinan ikut melakukan pembatasan-pembatasan sosial sebagaimana diatur oleh pemerintah,” katanya.
Itu dilakukan, lanjutnya, sambil terus mencari solusi alternatif agar tetap melakukan kegiatan pembelajaran pendidikan akedemik.
“Supaya kondisi dan situasi pendemi tidak menjadi penghalang yang mengakibatkan proses pendidikan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Rektor kelahiran Agats, 24 April 1975 tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan di Universitas Cenderawasih untuk membantu pemerintah dan masyarakat di bidang pendidikan tinggi di Papua.
“Kami siap bersama seluruh anggota senat, dosen, staf administrasi, dan seluruh mahasiswa sama-sama melaksanakan kegiatan nonakademik dan akademik dalam menghasilkan kualitas lulusan yang baik,” katanya.
Lulusan Uncen, tambahnya, yang punya kompetensi dan kualifikasi untuk bersaing dalam pembangunan di berbagai sektor untuk memajukan Tanah Papua dan masyakarat Papua.
“Dan seluruh sumber daya yang ada di Papua kita kembangkan di masa yang akan datang,” katanya.(*)
Editor: Syofiardi
