Papua No.1 News Portal | Jubi
Apia, Jubi – Seorang caleg di Samoa telah mengajukan pengaduan kepada polisi atas upaya langsung seorang anggota kepolisian untuk mempengaruhi pemilih yang datang pemilu awal Rabu ini (7/4/2020) di salah satu TPS di dapil Sagaga 4.
Memilih untuk tidak mengungkapkan namanya agar dapat mengajukan tuntutan secara hukum setelah pemilu, seorang pendamping lansia sedang mengantar kliennya seorang pemilih ketika ia ditanya oleh seorang polisi di TPS mengenai siapa yang akan mereka pilih. Ketika ia menjawab, polisi tersebut lalu bilang kepadanya untuk memilih pemerintah karena “tidak ada gunanya” memilih untuk caleg yang ia sebutkan. Pendamping itu kemudian memberi tahu calegnya, yang kemudian mengajukan pengaduan di kantor polisi Afega dan mengakibatkan polisi dipindahkan dari TPS itu.
Ada banyak laporan yang serupa dimana pegawai-pegawai pemerintah yang berupaya memengaruhi pemilih sejak Senin ini.
Dengan adanya bukti dari kejadian Rabu, sang caleg sedang mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum setelah pemilu selesai.
Sebaliknya, akhir bulan lalu, seorang inspektur kepolisian memerintahkan seorang bawahannya untuk mencabut stiker mendukung partai politik lain dari kendaraan pribadinya. Inspektur itu memberitahunya bahwa dia bisa “dipenjara karena hal itu.”
Ketika dimintai tanggapannya, Komisaris Polisi Samoa, Fuiavailili Egon Keil, mengatakan kepada Talamua bahwa inspektur itu tidak berhak melakukan apa yang dia lakukan, terutama jika itu adalah kendaraan pribadi, ia bebas untuk menempelkan apapun yang dia inginkan.
“Itu tidak benar, Anda tidak dapat menuntut siapapun dengan dasar hukum itu, dan inspektur itu tidak berhak untuk mengatakan hal seperti itu,” tegas Fuiavailili. Apapun yang dilakukan orang-orang dengan waktu bebas mereka tidak ada hubungannya dengan polisi atau pemerintah, karena semua orang bebas memilih siapa pun yang ingin mereka pilih, katanya.
Sementar itu, Komisaris KPU Samoa, Faimalōmatumua Mathew Lemisio, telah meminta para caleg dan anggota-anggota tim suksesnya untuk meninggalkan pemilih sendiri agar mereka dapat memilih dengan tenang. (Talamua Online News/PACNEWS)
Editor: Kristianto Galuwo
