Ancaman Sanksi AS, China : Kami tak takut

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jakarta, Jubi China menyatakan tidak takut terhadap ancaman sanksi apapun yang mungkin diterapkan Amerika Serikat atas sengketa di Laut China Selatan (LCS).  Negara komunis itu menuduh AS telah menimbulkan masalah dan mengganggu kestabilan di kawasan itu.

Read More

“Berbicara mengenai sanksi, China tidak takut terhadap mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (15/7/2020).

Baca juga :  Kapal gabungan akan melawan China di Indo-Pasifik

Jepang bakal ciptakan jet tempur canggih untuk hadapi China

Inggris desak China batalkan UU Hong Kong

Hua mengatakan Beijing berharap AS tidak melangkah lebih jauh soal ancaman sanksi itu. “Kami berharap AS tidak akan melangkah lebih jauh ke jalan yang salah. Mereka harus berperilaku sebagaimana negara besar dan memainkan peran konstruktif untuk perdamaian dan stabilitas regional,” kata Hua.

Pernyataan itu muncul menanggapi Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur, David Stilwell, pada Selasa lalu. Stilwell memperingatkan kemungkinan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam sengketa LCS.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Senin lalu mengatakan bahwa AS menyatakan upaya China untuk menguasai sumber daya di LCS sebagai tindakan ilegal. AS juga menyatakan mendukung negara-negara di Asia Tenggara yang bersengketa dengan China di di Laut China Selatan

AS sejak lama menolak klaim Beijing di kawasan itu. Perairan itu dilaporkan punya banyak cadangan minyak dan gas bumi, sekaligus menjadi kawasan penting bagi jalur perdagangan dunia.

China awal bulan ini menyangkal kritik yang dilontarkan AS atas latihan militer di LCS. China mengatakan kegiatan militernya ‘berada dalam lingkup kedaulatan wilayah’.

Kemarin, China mengatakan telah menentang keras pernyataan Kemenlu AS yang menolak klaim China di LCS. China juga menyebut tuduhan Washington terhadap China yang mengintimidasi negara tetangga sebagai hal yang ‘sama sekali tidak dapat dibenarkan’. (*)
CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts