AMAN minta perempuan adat Sentani dukung Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Masyarakat Adat di Papua
Koordinator Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Regional Papua, Daniel Toto. - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Koordinator Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Regional Papua, Daniel Toto mengharapkan perempuan adat Sentani akan mendukung penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Kabupaten Jayapura pada Oktober 2022 mendatang. Hal itu dinyatakan Toto saat menghadiri kunjungan kerja Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Jumat (12/11/2021).

Daniel Toto menjelaskan AMAN akan menggelar Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Kabupaten Jayapura, yang akan diikuti perwakilan masyarakat adat dari seluruh Indonesia. “Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI akan digelar tahun 202. Perempuan asal Sentani harus siap untuk sukseskan kegiatan itu. Yang akan hadir  kurang lebih 7.000 orang,” kata Toto.

Read More

Toto menjelaskan 7.000 tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara itu nantinya tidak akan menginap di hotel. Para tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara akan tinggal di berbagai kampung dan berbaur dengan masyarakat adat Sentani.

Baca juga: DAS dan DAP akan dilibatkan sebagai panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara

“Mereka akan menginap di setiap kampung yang ada di Danau Sentani. Itu sangat unik, dan kita harus coba. Kami menyampaikan kepada ibu-ibu dan kepala kampung untuk menyiapkan kampung mereka dengan sebaik mungkin, untuk menerima tamu-tamu kita,” kata Toto.

Toto yakin kongres itu akan berjalan dengan baik. “Saya yakin kegiatan kongres itu akan berjalan dengan baik. Saya [pengurus] Aliansi Masyarakat Adat Nusantara tingkat nasional di Papua, jadi, tugas saya untuk melakukan konsolidasi,” ucapnya.

Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Wally mengatakan pihaknya akan menyukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI. “Untuk sukseskan kongres itu, kami dari 22 kampung sudah siap, terutama Kampung Yoboi. Pembangunan rumah dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana [pasca bencana banjir bandang Sentani] akan berakhir Desember 2021,” ucap Wally. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts