Alumni Akper Yamas siap gelar demo ke Polda Papua

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Ketua Formal Alumni Akper Yamas Papua Agus Heselo mempertanyakan keseriusan Polda Papua mengusut kasus penipuan yang terjadi di Akademi Keperawatan, Yayasan Masyarakat (Akper Yamas) Papua yang telah menetapkan Direktur Akper Yamas, Wempi Aronggear sebagai tersangka namun belum ditahan.
 
"Kami para alumni minta keseriusan Polda Papua yang sudah menetapkan Direktur Akper Yamas sebagai tersangka, namun setelah ditetapkannya sebagai tersangka sudah satu tahun berjalan tersangka tersebut masih bebas," katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (11/4/2017).
 
Heselo menambahkan, apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan aksi demo besar-besaran ke Polda Papua untuk menanyakan kelanjutan kasus tersebut.
 
Ia mempertanyakan kinerja Polda Papua dalam kasus ini. Selain itu juga menuntut agar Pemerintah Provinsi Papua juga harus bertanggung jawab terhadap nasib para mahasiswa yang kini masih aktif. Sebab para mahasiswa juga putra-putri Papua.
 
Dikatakan, kini nasib 4.876 lulusan sarjana Ahli Madya (A.Md) Keperawatan dari Akper Yamas Papua hingga saat ini tidak menentu. Untuk itu,  pihaknya meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe membantu menyelesaikan kasus mereka.
 
“Kami lulus sebagai ahli madya keperawatan dari kampus Akademi Keperawatan Yamas Papua, namun ijazah kami dinyatakan palsu oleh negara, kami berharap Pemerintah Provinsi Papua dan Polda Papua supaya menyelesaikan masalah ini, karena korbannya hampir lima ribuan orang,” ujarnya.
 
Sebelumnya Direktur Akper Yamas Papua Wempi Aronggear kepada Jubi mengatakan, kampusnya tetap beraktivitas seperti biasa sebelum menerima keputusan resmi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).
 
Menurutnya surat keputusan Kemenristekdikti pada Agustus 2016 belum final menutup Akper Yamas. (*)

Related posts