Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Beragam alasan anak muda di Kota Jayapura, Papua mengikuti gebyar vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua. Ada yang ikut karena hendak menjalani praktik dan ada juga karena pekerjaan.
Gebyar Vaksinasi Covid-19 telah dilaksanakan selama tiga hari, 6-8 April 2021 di beberapa lokasi, yaitu di Kantor Gubernur Papua, Halaman Otonom Kotaraja, Auditorium Universitas Cenderawasih, Hotel Sunny Garden Sentani, dan Gunung Merah di Kabupaten Jayapura, Papua.
Marlin Tena, perempuan 23 tahun, sejak pukul 10 pagi sudah berada di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua untuk megikuti gebyar vaksinasi Covid-19 pada Selasa, 6 Maret 2021.
Di lokasi itu peserta dilayani oleh petugas dari Tim Karantina Kesehatan Pelabuhan Kota Jayapura, Puskesmas Yoka, Rumah Sakit Abe dan Puskesmas Abepantai.
Mahasiswan Semester 4, Diploma 3 Jurusan Analisis Kesehatan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura itu datang berasama teman-teman seangkatannnya. Ia dan teman-temannya mengikuti vaksinasi Covid-19 selain sebagai syarat agar bisa mengikuti praktik di kampus, juga untuk kesehatan pribadi agar terhindari dari Covid-19.
BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di Papua terkendala stok
“Kami disuruh dosen untuk vaksin biar bisa ikut praktik di laboratorium kampus,” ujarnya.
Tena divaksin oleh tim Karantina Kesehatan Pelabuhan Kota Jayapura. Ia tidak melakukan persiapan khsusus, hanya beristirahat secukupnya dengan tidur lebih awal pukul 10 malam sebelum mengikuti vaksinasi esoknya.
Tena sempat khawatir divaksin, bukan karena takut pada vaksinnya, melainkan lantaran takut pada jarum suntik. Saking takut pada jarum suntik ia sampai berkeringat ketika hendak disuntik.
“Saya khawatir sih takut jarum suntik, tapi mau tidak mau harus vaksin karena dari kampus wajibkan,” katanya.
Tena yang berasal dari Kampung Borme Oksibil, Kabupaten Pegunung Bintang tidak merasakan gejala apa-apa setelah divaksin. Ia mengaku vaksin Covid-19 merupakan vaskin pertama yang diterimanya, karena sejak kecil tinggal di kampung sehingga belum pernah divaksin, baik polio maupun vaksin lainnya.
“Sempat berkeringat, tetapi setelah divaksin saya rasa biasa-biasa saja, tidak ada reaksi apa-apa,” ujarnya.
Tena berpandangan bahwa vaksin Covid-19 merupakan harapan untuk mencegah dan mengurangi penularan Covid-19. Tapi, katanya, masih banyak juga masyarakat yang menolak lantaran masih takut.
Ia berharap ada sosialiasi yang lebih masif dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan maupun dinas terkait untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang vaksin Covid-19.
“Untuk petugas mereka sudah melayani dengan baik, melayani dengan ramah dan cepat juga,” katanya.
Jika Tena dan teman-teman mengikuti gebyar vaksin Covid-19 karena alasan agar dapat mengikuti praktik, berbeda dengan Irfan.
Irfan, pria 23 tahun, mengikuti gebyar vaksinasi Covid-19 karena alasan pekerjaannya yang mengharuskan berkontak secara fisik dengan para pelanggan. Ia bekerja sebagai pemijat di terapi kakiku refleksi di Abepura. Ikut ingin divaksin agar bisa melindungi dirinya agar tidak menularkan maupun tidak tertular oleh virus corona-19.
Irfan tidak melakukan persiapan secara khusus menjelang divaksin. Hanya beristirahat secukupnya sebelum. Awalnya Irfan merasa khawatir karena takut akan efek samping yang ditimbulkan setelah vaksinasi. Namun setelah melihat banyak masyarakat yang mengikuti vaksin Covid-19 dan baik-baik saja, Irfan akhirnya memutuskan untuk ikut.
“Setalah divaksin saya cuman rasa agak pegal begitu sekitar 10 menit, tapi setelah itu sudah gak terasa lagi,” katanya.
Menurut Irfan dengan adanya vaksinasi Covid-19 tentu sangat bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh, supaya tidak ada korban jiwa yang meninggal akibat Covid-19. Juga bagian dari ikut membantu pemerintah dalam memerangi pendami Covid-19.
“Jadi tidak usah takut, biar tidak semakin banyak korban lagi akibat korona ini,” ujarnya.
Uddin, pria 21 tahun, mengikuti gebyar vaksinasi Covid-19 di Auditorium Universitas Cenderawasih pada Selasa, 6 April 2021 juga dengan alasan pekerjaan. Ia bekerja sebagai karyawan di Hotel Mahkota Bayur Indah Perumnas 2 Waena
“Arahan dari bos juga agar divaskin,” katanya.
Uddin melakukan persiapan dengan beristirahat secukupnya dan sarapan terlebih dahulu sebelum divaksin. Ia juga tidak merasa khawatir pada vaksin Covid-19 karena dengan adanya vaksin pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu dan aktivitas sehari-hari bisa berjalan dengan normal tanpa adanya batasan waktu beraktivitas.
Uddin merasa biasa-biasa saja setelah divaksin. Ia berharap kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda di Papua agar tidak perlu merasa takut divaksin Covid-19.
“Karena divaksin tersebut baik untuk kesehatan dan juga untuk mengurangi penularan Covid-19 di Papua,” katanya.
Menurutnya petugas yang melakukan vaksinasi sudah melayani dengan baik. Mereka tidak terlalu lama memproses vaksinasi karena petugasnya banyak. (*)
Editor: Syofiardi
