Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Nius Tabuni mengatakan, ada dua Sekolah Dasar Inpres di Kampung Inggal dan Tegelobak yang tak menjalankan proses belajar mengajar dengan normal. Pasalnya tak ada tenaga pendidik yang siap mengajar setiap hari di sekolah ini.
“Guru ada tapi mereka tidak menetap di tempat tugas. Mereka tinggal di kota-kota saja, sehingga dua sekolah itu tutup sampai sekarang,” katanya, kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Rabu (18/9/2019).
Nius Tabuni mengatakan, selama tiga minggu lebih siswa di dua kampung ini tidak bersekolah. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar bisa menghadirkan guru di kampung untuk mengajar.
“Saya harap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus patroli di kampung-kampung dan mendata berapa kebutuhan guru sehingga bisa langsung dipenuhi,” katannya.
Sementara itu, Koordinator pengungsian, Torius Tabuni mengatakan, ada dua SD Inpres di Inggal dan SD Inpres di Tegelobak sudah lama tapi tidak berjalan. Meski begitu sudah ada beberapa sekolah yang dibuka dan menjalankan aktivitas pembelajaran.
“Sekolah yang aktif SD YPPK Gome SD YPPGI, SMP Negeri 1, SMK Negeri 1, sudah di buka sejak tanggal 5 September 2019,” katanya.
Torius Tabuni mengatakan, meski beberapa sekolah sudah di buka, namun masyarakat belum pulang ke kampung halamanya karena takut pada aparat yang berjaga.
Editor: Edho Sinaga
