Hubungan tegang dengan Trump, Jaksa Agung Amerika William Barr mengundurkan diri

Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi Jaksa Agung AS William Barr dipastikan mundur dari posisinya per Senin pekan depan menyusul ketegangan antara dirinya dan Presiden Amerika Donald Trump terkait investigasi dugaan kecurangan di Pilpres Amerika.

Read More

“Investigasi terkait dugaan kecurangan di Pilpres Amerika akan tetap berjalan tanpa saya,” ujar William Barr dalam surat pengunduran dirinya, dikutip dari CNN, Selasa, (15/12/2020).

William Barr sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti kecurangan di Pilpres Amerika yang membuat Donald Trump marah kepadanya. Posisinya William Barr akan diisi oleh Pelaksa Tugas Jaksa Agung Jeff Rosen yang  selama ini memegang posisi sebagai deputi dari William Barr.

Adapun posisi yang dipegang Rosen saat ini nantinya akan diisi oleh pejabat Kementerian Kehakiman Amerika Richard Donoghue. Keduanya akan melanjutkan tugas-tugas yang ditinggalkan Barr di pekan-pekan terakhir pemerintahan Trump.

Baca juga : Trump Pecat Penjabat Jaksa Agung Karena Menolak Perintah Imigrasi  

Bekas kepala keamanan siber AS gugat Donald Trump

Donald Trump diduga manipulasi nilai aset

Menurut Barr tidak ada dendam antara dirinya dengan Donald Trump. Ia pun memuji Donald Trump dalam surat pengunduran dirinya, menyebutnya sebagai figur yang pantang menyerah walaupun mendapat banyak perlawanan.

Beberapa perlawanan yang disinggung oleh William Barr mulai dari upaya pemakzulan hingga tuduhan Donald Trump telah berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan Pilpres Amerika. Menurut William Barr, tidak semua orang bisa seteguh Donald Trump meski diserang dari berbagai sisi.

“Rekam jejak anda sungguh bersejarah karena anda melakukannya di tengah perlawanan yang keras…Titik nadir dari kampanye tersebut adalah untuk melumpuhkan pemerintahan anda dengan tuduhan-tuduhan tak berdasar,” ujar William Barr menegaskan.

Donald Trump mengkonfirmasi mundurnya William Barr dengan menyebutnya sebagai keputusan yang mutual. Ia pun menyatakan bahwa William Barr telah menemuinya dan meminta izin untuk mundur dari posnya sebelum perayaan Natal tahun ini.

“Saya baru saja bertemu dengan Jaksa Agung William Barr di Gedung Putih. Hubungan kami baik dan dia sudah bekerja dengan sangat bagus. Sesuai suratnya, William akan meninggalkan kita sebelum Natal,” ujar Donald Trump.

Meski nada dari pernyataan Donald Trump memberi kesan semuanya baik-baik saja, ia beberapa kali dikabarkan hendak memecat Barr. Beberapa pejabat di pemerintahan, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan hal itu karena hubungan keduanya tidak sebaik yang dikatakan Donald Trump.

Bahkan pada Jumat lalu, Donald Trump kembali menyuarakan keinginannya untuk memecat William Barr. Beberapa pejabat mencoba mencegah, namun Donald Trump tetap bersikeras dengan posisinya. Gedung Putih, dalam pernyataan persnya, membantah kabar tersebut dan mengklaim hubungan kedua figur itu baik-baik saja. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply