Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,
Port Moresby, Jubi – Papua Nugini terpilih menjadi pimpinan Coral Triangle Initiative (CTI) hingga dua tahun mendatang. Forum yang diikuti enam negara anggota itu mengusung tiga isu utama, yaitu penyelamatan terumbu karang, perikanan dan ketahanan pangan.
Mereka menggelar pertemuan yang diikuti 12 pejabat tinggi, enam menteri, dan perwakilan dari negara mitra di Port Moresby selama tiga hari, Rabu (2/11/2016) hingga Jumat besok. Dalam pertemuan itu, mereka membahas rencana aksi gabungan wilayah yang fokus bahasannya meliputi penyelamatan hewan langka di laut, mitigasi perubahan iklim, dan lainnya.
Forum CTI dibentuk tahun 2009 oleh enam negara untuk memastikan perlindungan terhadap lingkungan laut dan perairan melalui manajemen konservasi yang benar. Keenam negara yang tergabung dalam CTI adalah Indonesia, Papua Nugini, Filipina, Malaysia, Kepulauan Solomon dan Timor Leste.
Selain keenam negara anggota tersebut di atas, CTI memiliki dua negara mitra yang mendukung segala program CTI, yaitu Australia dan Amerika Serikat. Sesuai ketentuan, setelah dua tahun nanti, PNG akan mengalihkan kepemimpinan ke Filipina.
Menteri Lingkungan Hidup, Konservasi dan Perubahan Iklim Papua Nugini, John Pundari mengatakan kepada media bahwa keenam negara anggota tengah bekerja sama menjaga hilangnya keanekaragaman hayati laut, penangkapan ikan berlebihan, penangkapan ikan ilegal, perubahan iklim dan segala isu yang terkait dengan kesehatan lingkungan laut.
Direktur Jenderal Lingkungan dan Konservasi, Gunther Joku menyebutkan bahwa tata ruang di lautan juga dibahas dalam forum pertemuan itu. Pendekatan yang wajib digunakan yaitu penyelamatan keseimbangan ekosistem agar potensi perikanan dan pertambangan laut dapat terjaga. Selain itu, pokok pembicaraan juga meliputi upaya perlindungan kawasan konservasi laut di masing-masing negara. (*)





