4.927 orang divaksin dalam Gebyar Vaksin COVID-19 di Papua

Vaksinasi COVID-19 di Papua
Gebyar Vaksin COVID-19 di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah 4.927 orang warga telah menerima vaksin COVID-19 dalam Gebyar Vaksin yang diselenggarakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada 6 – 8 April 2021. Jumlah itu lebih rendah dari target untuk memvaksin 6.000 warga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Papua, Dr Aaron Rumainum mengatakan jumlah penerima vaksin COVID-19 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura biasanya mencapai 2.200 orang per hari.  Rumainum menyatakan jumlah itu tidak meningkat signifikan dalam Gebyar Vaksin yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua.

Read More

Menurutnya, rendahnya cakupan vaksinasi COVID-19 di Papua disebabkan stok vaksin COVID-19 yang terbatas. “Kalau selama ini terlambat, itu karena menunggu kiriman vaksin. Jadi silahkan [pemerintah pusat] kasih stok vaksin saja, maka cakupan akan terus meningkat,” kata Rumainum di Jayapura, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Gebyar Vaksin 3 hari, 972 orang divaksin COVID-19

Meskipun demikian, Rumainum mengakui ada sejumlah daerah yang lambat dalam melaksanakan vaksinasi COVID-19. Di Kabupaten Tolikara, Lanny Jaya, dan beberapa daerah lain, stok 800 dosis vaksin COVID-19 tak kunjung habis.

Sebaliknya, juga ada daerah yang giat melaksanakan vaksinasi COVID-19. “Di Kabupaten Puncak, vaksinasi sudah menghabiskan hampir 2 ribuan vaksin,” ujarnya.

Rumainum mengingatkan, seluruh dosis vaksin yang telah diteruskan Pemerintah Provinsi Papua kepada pemerintah kabupaten/kota harus habis terpakai sebelum 8 Mei 2021. “Jadi jangan terlalu fokus pada dosis ke-2. Vaksin yang dikirim Kementerian Kesehatan untuk dihabiskan selama 15 hari. Untuk itu, sebelum dikirim ke kabupaten/kota, kami lebih dulu tanyakan, sampai 8 Mei berapa vaksin yang mampu dihabiskan. Pengawasan [vaksinasi itu] langsung [dilakukan] Badan Pemeriksa Keuangan,” katanya.

Baca juga: Kematian COVID-19 meningkat, Papua wajib terapkan PPKM Mikro

Terkait vaksinasi COVID-19 untuk kelompok orang lanjut usia, Rumainum menyatakan cakupan vaksinasi orang lanjut usia di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sudah cukup baik. Hambatan vaksinasi bagi kelompok orang lanjut usia adalah tidak adanya pihak yang mengkoordinir kelompok tersebut.

Padahal, vaksinasi untuk kelompok orang lanjut usia harus didahului pemilahan calon penerima vaksin. Orang lanjut usia yang pernah terinfeksi virus korona harus menunggu hingga tiga bulan setelah dinyatakan sembuh, sebelum bisa disuntik vaksin COVID-19.

“Lansia ini memang penting. Untuk itu, meskipun saat ini kami fokus pada vaksin ke-2, kalau ada lansia yang datang untuk vaksin pertama kami akan langsung layani. Mereka masuk dalam [kelompok] prioritas,” jelas Aaron.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy meminta para tokoh agama di Papua untuk membantu Pemerintah Provinsi Papua menyosialisasikan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. “Sosialisasi harus dilakukan secara gencar, agar semua kalangan masyarakat [yang berusia di atas 18 tahun] bisa menerima vaksin. Apalagi dalam waktu dekat, Papua akan selenggarakan Pekan Olahraga Nasional,” kata Flassy. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts