Jakarta, 8 Maret 2020 – Sepanjang tahun 2020, Telkomsel berencana membangun sekitar 23.000 unit base transceiver station (BTS) 4G di seluruh Indonesia. Sepanjang semester 1 tahun 2020, Telkomsel akan membangun 599 BTS baru di wilayah Regional Maluku & Papua.
BTS baru tersebut nantinya sudah memiliki teknologi jaringan 4G. Di wilayah Regional Maluku dan Papua, jaringan 4G Telkomsel kini sudah mencakup 78% wilayah dari total 53 kota dan kabupaten yang tersebar.
Saat ini masih ada 11 Ibu Kota Kabupaten (IKK) yang belum terlayani jaringan 4G Telkomsel. Kesebelas IKK tersebut adalah Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Mappi, Paniai, Pegunungan Arfak, Tambrauw, Tolikara, dan Yalimo. Pada tahun 2020 ini, Telkomsel menargetkan kesebelas IKK tersebut sudah mendapatkan akses jaringan 4G.
Direktur Network Telkomsel, FM Venusiana R mengatakan mengatakan, “Kami terus mengakselerasikan pertumbuhan jaringan broadband terutama 4G yang agresif untuk mendukung ekosistem gaya hidup digital, seiring dengan peningkatan trafik data sekitar 52% selama tahun 2019 dibanding tahun lalu (YoY). Perluasan dan penggelaran jaringan 4G LTE juga kami lakukan dengan mempertimbangkan semakin tumbuhnya penetrasi perangkat berbasis layanan 4G. Hal utama dari perluasan jaringan 4G kami adalah sebagai upaya kami memastikan terpenuhinya pengalaman kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang semakin dinamis.”
“Tahun 2019 lalu, lebih dari 23.000 BTS 4G baru telah kami gelar, dimana telah melampui target total pembangunan 4G yang telah dicanangkan, yaitu mencapai 109%. Kami sangat bersyukur atas pencapaian tersebut dan menjadi pendorong semangat kami di tahun ini untuk terus mempercepat dan memperluas pemerataan jaringan berkualitas dan berteknologi terdepan di seluruh Indonesia” lanjut Venusiana.
Untuk mendukung tergelarnya layanan 4G yang maksimal di Maluku dan Papua, dibutuhkan jaringan transmisi yang memiliki bandwith besar. Dimana saat ini, masih banyak site/tower Telkomsel yang menggunakan akses satelit, terutama yang berlokasi di pedalaman atau pegunungan. Site/tower yang menggunakan akses satelit, tentunya masih belum maksimal untuk menggelar jaringan 4G.
Palapa Ring Timur yang dibangun oleh pemerintah, dalam hal ini dibawah Kominfo, digadang-gadang dapat membantu percepatan pemerataan akses telekomunikasi. Palapa Ring Timur hadir untuk memenuhi kebutuhan jaringan transmisi dengan bandwith yang lebih besar.
Saat ini proses yang sedang berlangsung adalah berupa penyambungan koneksi dari site milik Telkomsel dengan jaringan Palapa Ring Timur yang dilakukan secara bertahap. Harapannya, dengan hadirnya Palapa Ring Timur ini, Telkomsel dapat menggunakan akses tersebut sehingga kecepatan dan kestabilan telekomunikasi lebih stabil dan lebih maksimal.(*)
