25  jurnalis Merauke ikut pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender

Para jurnalis di Merauke mengikuti pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender yang berlangsung pada 12-13 Maret 2020. - Jubi/Frans L Kobun
Para jurnalis di Merauke mengikuti pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender yang berlangsung pada 12-13 Maret 2020. – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Puluhan jurnalis media cetak, online, dan elektronik mengikuti pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender yang berlangsung di Merauke pada 12-13 Maret 2020. Para peserta pelatihan diharapkan akan mampu memetakan persoalan gender yang ada di sekitarnya.

Read More

Project Leader US Embassy Jakarta Small Grants Competition, Dr Nahria dalam sambutannya menjelaskan pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender itu didanai Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. “Hibah itu diberikan kepada para alumni [sekolah di] Amerika Serikat. Saya juga alumni dari sana,” kata Nahria pada Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender itu telah berlangsung selama tiga tahun. Pada 2018, pelatihan serupa digelar di Jayapura, diikuti 40 jurnalis. Pada 2018, pelatihan jurnalistik berbasis perspektif gender itu diselenggarakan di Timika, dan diikuti 25 jurnalis.

Pada tahun 2020, pelatihan itu dilangsungkan di di Biak ( 9-10 Maret) dan di Kabupaten Merauke (12-13 Maret 2020). “Saya bersama tim diberikan kesempatan melatih rekan- rekan jurnalis,” ujar Nahria.

Dalam pelatihan itu, para jurnalis diharapkan mendapatkan pemahaman yang baik tentang bagaimana gender yang dapat dikonstruksi secara sosial. Para jurnalis mendapatkan pemahaman tentang kebijakan terkait gender di Indonesia.

Para peserta pelatihan itu diharapkan akan mampu memetakan isu- isu gender yang ada disekitar. “Kami juga harapkan peserta mampu menganalisis berita yang ditulis, apakah sudah berprespektif gender atau belum. Mungkin selama ini telah menulis isu gender,  tetapi belum menyadari apakah yang ditulis sudah [berperspektif gender] atau tidak,” ujarnya.

Salah seorang Jurnalis Merauke, Fidelis Jeminta yang dimintai komentarnya menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya pelatihan dimaksud. “Tentunya ada manfaat besar yang akan kita dapatkan selama pelatihan yang berlangsung selama dua hari,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts