Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Setelah melepas 30 pelajar orang asli Papua (OAP) pada awal Mei 2021 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua kembali melepas 24 pelajar ke tiga universitas ternama di Amerika Serikat, di Hotel Darmawangsa Jakarta, Kamis (16/6/2021) malam.
Sebanyak 24 pelajar ini merupakan penerima beasiswa dari Pemprov melalui program siswa unggul Papua yang dibiayai dari Otonomi Khusus (Otsus) dan harus selama dua tahun mengikuti pembinaan di Papua Language Institute (PLI) Jayapura yang bermitra dengan Indonesia Education Partnerships.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen, mengatakan 24 pelajar yang diberangkatkan pekan ini ke Amerika itu bakal menjalani kuliah University Rhode Island (URI), Johnson and Wales University, dan Highline College.
“Sebanyak 22 pelajar asli Papua akan mengikuti perkuliahan di tiga universitas yang berada di negara bagian Rhode Island, Amerika Serikat yakni URI, Johnson and Wales University, dan Highline College untuk S1 dan pasca sarjana sebanyak 2 orang,” kata Aryoko melalui rilis pers yang diterima Jubi, Jumat (18/6/2021).
Menurut ia, Pemprov Papua sejak dibawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur, Klemen Tinal, berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) asli Papua dan telah diwujudkan dengan memfasilitasi pelajar-pelajar terbaik Papua untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri di Amerika, Eropa, Australia, dan Asia.
“Gubernur dan Wakil Gubernur Papua sejak awal memimpin telah menyatakan komitmennya membangun SDM Papua dan sudah diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada pelajar terbaik Papua untuk kuliah di perguruan tinggi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.
Dengan demikian, Aryoko meminta dukungan orangtua para pelajar yang dikirim ke Amerika dan berbagai negara di luar negeri maupun dalam negeri untuk membantu Pemprov Papua mendukung kegiatan belajar anak-anak sehingga mereka mampu menyelesaikan studi dengan baik.
“Para pelajar ini adalah duta bangsa Indonesia dan duta Papua. Mereka adalah putra-putri terbaik dari sebagian besar anak-anak Papua yang mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri. Oleh karena itu, kita berharap mereka menggunakan kesempatan baik ini dengan menyelesaikan studi tepat waktu,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur PLI Papua, Samuel Tabuni, mengaku bangga dan mengapresiasi Pemprov Papua yang menjalin kerjasama dengan pihaknya dan Indonesia Education Partnerships termasuk juga lembaga pendidikan lainnya dalam membina dan mempersiapkan pelajar OAP untuk kuliah ke luar negeri.
Baca juga: Banyak pilot menganggur, BPSDM Papua disarankan tidak buka beasiswa penerbangan
Menurut Samuel, 22 pelajar yang akan berangkat dan kuliah ke Rhode Island Amerika itu telah menjalani pembinaan dan persiapan selama 2 tahun di Jayapura. Mereka diberikan pembinaan khusus seperti penguasaan bahasa Inggris dan peningkatan akademik dan sains khususnya matematika, fisika dasar, serta kimia.
“Mereka juga dibina untuk membangun karakter atau character building. Kita harapkan dengan pembinaan ini, para pelajar OAP bisa beradaptasi di Amerika dengan budaya disana serta mampu menyelesaikan studi tepat waktu sehingga bisa kembali ke tanah air untuk membangun Indonesia dan Tanah Papua,” kata Tabuni.
Hal senada juga dikemukakan Direktur Pendidikan dan Kemitraan URI untuk Asia, Brook Ross. Dirinya mengatakan putra-putri Papua yang dikirim ke Amerika untuk kuliah di sana memiliki potensi yang luar biasa dan mengambil program studi yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan SDM OAP di masa mendatang.
“Mereka semua punya potensi dan punya keinginan kuat untuk belajar. Di masa mendatang mereka bakal membangun Papua dan Indonesia dengan ilmu yang mereka raih,” kata Brook. (*)
Editor: Dewi Wulandari
