20 capres akan maju pada Pemilu Bougainville

Francesca Semoso. - RNZI/ Pacific Women in Business

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Seorang Anggota Parlemen (MP) perempuan Bougainville berkata 23 orang yang telah mencalonkan diri untuk menjadi presiden berikutnya itu terlalu banyak dan dia merasa lima atau enam capres itu lebih baik.

Read More

Daftar calon presiden Bougainville sejauh ini termasuk seorang MP Papua Nugini, seorang mantan Ketua Parlemen Bougainville, seorang pengusaha muda, kepala badan cuaca dan iklim nasional, dua mantan pemimpin Tentara Revolusi Bougainville (BRA), dan seorang lelaki yang sempat menjadi Presiden Bougainville 10 tahun lalu.

Pemilihan umum yang berikutnya akan diadakan Agustus mendatang, dan proses pencalonan belum dimulai sampai setelah surat perintah diterbitkan pekan depan, jadi masih ada kemungkinan jumlah kandidat bertambah.

Namun, Francesca Semoso menegaskan bahwa menjadi presiden adalah pekerjaan yang sulit dan para kandidat harus berpengalaman dan memahami apa yang harus dilakukan.

“Siapa pun yang menjadi presiden harus mengetahui situasi Bougainville yang sebenarnya, memahami apa politiknya, apa yang diinginkan orang-orang Bougainville,” katanya.

“Yang perlu kita ingat itu masyarakat ada ekspektasi, dan itu tidak pernah mudah. Jadi jika ada 23 orang yang mencalonkan diri sebagai presiden, itu sudah terlalu banyak.”

Tetapi salah satu calon, mantan presiden James Tanis, yang menerangkan bahwa dia tidak keberatan dengan tingginya jumlah saingannya.

“Saya tidak khawatir tentang hal itu. Ini adalah hak demokratis bagi orang untuk mencalonkan diri dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih presiden yang ingin mereka pilih,” tegasnya.

Akhir bulan lalu, Presiden John Momis, yang telah memimpin sejak 2010, gagal mengubah Konstitusi, jadi ia tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk ketiga kalinya .

Saat ini seorang presiden hanya bisa memimpin maksimum dua masa jabatan. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts