2.738 unit kendaraan disiapkan untuk atlet dan ofisial saat PON Papua

Kadispora Kota Jayapura, Papua
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura (tengah, kemeja batik) saat berbincang dengan kolega - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pemuda dan Olaharaga Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan sebanyak 2.738 unit kendaraan yang disiapkan untuk melayani atlet dan ofisial selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

“Kendaraan ini untuk mendukung transportasi para atlet dan ofisial,” ujar Bebena di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (15/4/2021).

Read More

Dikatakan Bebena, dari 2.738 unit tersebut ada 17 jenis kendaraan lokal yang disiapkan, yaitu jenis Alphard sebanyak 6 unit, Camry ada 5 unit, Fortuner ada 139 unit, Pajero ada 97 unit, Innova ada 408 unit, Rush ada 217 unit, Terrios ada 209 unit, dan Mobillio ada 46 unit.

Selain itu, lanjut Bebena, ada juga Expander sebanyak 3 unit, Yaris ada 6 unit, Ertiga ada 47 unit, Avanza ada 999 unit, Xenia ada 276 unit, Sigra ada 54 unit, Calya ada 1 unit, Pick Up ada 88 unit, dan Double Cabin ada 137 unit.

“Setiap tipe disesuikan untuk atlit dan ofisial. Pembagian kendaraan untuk atlet dan ofisial per-cluster, Kota Jayapura mendapatkan 46 unit bus medium dan 123 unit bus micro,” ujar Bebena.

Dikatakan Bebena, kendaraan tersebut disiapkan di setiap penginapan maupun tempat tinggal atlet dan ofisial, agar mudah melakukan pelayanan sehingga tidak ketinggal dalam pertandingan.

“Kami terus melakukan pembenahan terutama menyiapkan jalur alternatif yang diharapkan mampu mengurai kemacetan saat PON berlangsung. Total ada 4.761, atlet (putra 2.220 dan putri 1.344) dan offsial (putra 1.061 dan putri 136),” ujar Bebena.

Baca juga: Konsumsi hingga transportasi lokal atlet di PON Papua, gratis

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan akomodasi kendaraan ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan Pemerintah Kota Jayapura kepada setiap tamu yang akan datang ke ibu kota Provinsi Papua tersebut.

“Ada ribuan atlet dan ofisial, belum lagi ditambah dengan penonton sehingga kota ini akan macet,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, data kebutuhan akomodasi dari masing-masing bidang olahraga sangat penting sehingga atlet dan ofisial tidak ketinggalan dalam pertandingan.

“Contohnya, atlet dan ofisial menginap di Kota Jayapura tapi pergi bertanding di Sentani. Ini kan tidak benar, jadi harus dilakukan pendataan sesuai dengan penginapan dan dimana atlet itu akan bertanding,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano mengharapkan pelaksanaan PON di Papua, khususnya di Kota Jayapura, berlangsung dengan aman dan nyaman. Setiap tamu, baik atlet, ofisial, dan penonton harus mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts