Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Sagu Foundation bekerja sama guna memberikan pelatihan bagi 10 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo. Mestinya bisa lebih dari itu tetapi ini semua atas permintaan pemerintah setempat.
“Memang permintaan dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo 10 orang peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jayapura. Kami memenuhi kewajiban untuk melakukan training bahasa Inggris,” kata Direktur Sagu Foundation Papua, Tisha Rumbewas, MSc kepada Jubi di kantor Yayasan Sagu Papua di Kelurahan Yabansai/Waena, Jayapura, Rabu (8/1/2020).
Dia menambahkan pembukaan dan kerja sama telah dilakukan pada Senin (6/1/2020) di ruang pelatihan Sagu Foundation peserta dari mahasiswa Kabupaten Yahukimo semester akhir yang berkuliah di Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOM), Universitas Science dan Teknologi Jayapura (USTJ), serta Universitas Cenderawasih.
“Pemkab Yahukimo merasa penting mahasiswa Yahukimo harus punya kemampuan bahasa Inggris jika sudah menyelesaikan studi sarjana di berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura,” kata Rumbewas.
Lebih lanjut kata dia, karena mereka ini kelas khusus sehingga pihaknya menyesuaikan dengan waktu kuliah dan waktu pelatihan sore hari.
“Mereka akan mengikuti pelatihan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat sore sesuai permintaan pada mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, kata Rumbewas tenaga pengajar yang memberikan pelatihan antara lain Azarya Patty, S.Si jurusan Kimia FMIPA Uncen. Dan Elisabeth Jakarimilena, B.Sc (Environmental Science, Flinders University di Adelaide, Australia yang lulus 2018).
Menurut Tisha Rumbewas, Lembaga Sagu Foundation sejak 2015, dengan program pertama pelatihan Bahasa Inggris pada 2016. Lebih lanjut kata Rumbewas program yang diberikan general English sesuai dengan International English Language Testing System (IELTS) adalah tes bahasa Inggris yang diakui secara internasional dan dirancang khusus dengan sistem penilaian yang adil untuk menguji kemampuan dalam berbahasa Inggris.
“Jadi ILTS itu meliputi Preparation Course, Workshop, simulation test, dan khusus untuk pelajar SMA dan SMP yaitu ILTS simulation test writing for beginners,” katanya seraya menambahkan kalau mahasiswa Yahukimo mereka mengikuti program general course.
Adapun ke 10 nama mahasiswa Yahukimo, seleksi program beasiswa peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa Kabupaten Yahukimo di Jayapura 20202 menurut Rumbewas antara lain Tinus Keike, Yosem Wesley Suhuniap, Markus Keroman, Ure Wakla, Frans Mulikma, Saky Yando, Yulson Murib, Yani Sobolim, Eni Kobak, dan Yakson Orban.
Terpisah, salah seorang peserta dan juga mahasiswa jurusan jurnalistik STIKOM Muhamadiyah Papua Jayapura, Yani Sobolim, mengakui senang mengikuti pelatihan bahasa Inggris di Sagu Foundation.
“Kita hari pertama ikut penjelasan dan juga menentukan hari pelatihan, semua sepakat hari Selasa, Kamis, dan Jumat pada sore hari agar tidak bertabrakan dengan jadwal kulias,” kata Sobolim mahasiswa tingkat akhir jurusan jurnalistik itu.
Dia menambahkan pada Selasa (7/1/2020) mereka semua ikut test penentuan kemampuan dan hanya enam orang yang ikut.
“Kawan-kawan yang lain belum ikut karena masih liburan,” katanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
